Banyumas — Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Banyumas menyalurkan bantuan logistik berupa sembako bagi warga terdampak banjir bandang di Desa Penakir, Kecamatan Pulosari, Pemalang. Bantuan diperuntukkan untuk menunjang operasional dapur umum yang didirkan oleh PMI Kabupaten Pemalang. Bantuan logistik tersebut dikirimkan pada Kamis (29/01). 

Bencana banjir bandang terjadi pada Jumat sore hingga malam, diawali sekitar pukul 17.00 WIB dengan meningkatnya debit air Sungai Gintung yang membawa material kayu dan batu dalam jumlah tidak wajar. Semakin malam kondisi makin memburuk, dan puncaknya sekitar Sabtu dini hari, banjir bandang menerjang sejumlah jembatan dan pemukiman di wilayah Desa Penakir.

Kepala Desa Penakir, Agus Setiadi, menyampaikan bahwa banjir bandang menyebabkan sebelas jembatan di wilayah desa hanyut dan rusak berat sehingga mengakibatkan beberapa dusun terisolasi.

“Sinyal pertama banjir sudah terlihat sejak sore hari dari Sungai Gintung yang membawa material kayu dan batu yang tidak wajar. Setelah Isya, air semakin besar dan menerjang seluruh jembatan di Desa Penakir,” Tambahnya

Pemerintah desa bersama perangkat melakukan upaya peringatan dini kepada warga dengan berkeliling desa menggunakan armada ambulans dan pengeras suara, meskipun kondisi listrik padam akibat sejumlah tiang listrik terbawa arus.

“Saya sendiri bersama perangkat desa lainnya berkeliling mengingatkan warga agar tetap waspada, menggunakan armada ambulans dan juga pengeras suara. Malam itu listrik padam, sehingga kami menyisir dari Dusun Krajan, Sarangan, hingga Sawangan,” katanya.

Agus Setiadi juga mengungkapkan bahwa Dusun Sawangan dan Dusun Wanasari merupakan wilayah yang terdampak paling parah. Bahkan, ia mengaku sempat terjebak di Dusun Sawangan hingga pagi hari karena akses jembatan terputus total.

“Untuk semua jembatan di Desa Penakir, ada sebelas jembatan yang hilang atau hanyut. Jadi akses ada beberapa wilayah yang tersisolir. Di dusun wanasari sama sekali tidak bisa dilalui karena ada dua jembatan yang menghubungkan dusun Wanasari dan dusun Sigeblok ini sudah tidak bisa dilalui karena memang dua jembatan terputus total. dan untuk dusun Sawangan ini ada tiga jembatan yang kebetulan juga kondisinya sama.”

Akibat banjir bandang tersebut, akses jalan, jaringan listrik, dan jaringan air bersih terputus. Untuk sementara, warga masih mengandalkan air hujan untuk kebutuhan nonkonsumsi, sementara kebutuhan air minum dan pangan dibantu melalui distribusi dari berbagai pihak, termasuk melalui dapur umum PMI.

Pemerintah desa telah menyiapkan titik pengungsian dan titik kumpul warga, yaitu empat titik di Dusun Sawangan, satu titik di Dusun Sarangan, dan satu titik di Dusun Wanasari. Selain itu, sebagian warga dari Dusun Sigeblok serta satu RT di Dusun Sawangan dievakuasi ke tingkat kecamatan.

“Harapannya, PMI Banyumas berupaya hadir dapat membantu meringankan beban warga terdampak dengan menyalurkan bantuan logistik yang dapat langsung dimanfaatkan untuk kebutuhan dapur umum,” Ujar  Sentot selaku kasi Pelayanan dan Relawan saat menyalurkan bantuan

PMI Kabupaten Banyumas berkomitmen terus membantu dalam upaya penanggulangan bencana dan kepalangmerahan baik di luar wilayah dan dalam wilayah Kabupaten Banyumas khususnya.

oleh: Zallinggi Pramestha W

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *