PURWOKERTO – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Banyumas berkomitmen terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penyelenggaraan Pelatihan Training of Facilitator (ToF).

Kegiatan yang berlangsung selama lima hari, yakni pada 4–8 Mei 2026 ini, dilaksanakan secara bauran (hybrid) melalui sesi daring dan luring, dengan pusat kegiatan luring bertempat di Kampus UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (Saizu) Purwokerto.
Pelatihan ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara PMI Kabupaten Banyumas dengan UKM KSR PMI Unit UIN Saizu Purwokerto. Program ini dirancang sebagai wadah peningkatan kapasitas sekaligus bentuk pembinaan berkelanjutan guna mempererat sinergi antara PMI Kabupaten dengan para relawan, khususnya di tingkat perguruan tinggi.
Dari total 62 pendaftar, sebanyak 36 peserta dinyatakan lolos seleksi ketat dan berhak mengikuti pelatihan. Para peserta tersebut merepresentasikan berbagai unsur kekuatan PMI, mulai dari KSR Unit Perguruan Tinggi, KSR Markas, Tenaga Sukarela (TSR), hingga jajaran Staf PMI.
Selama pelatihan, para peserta dibekali dengan kurikulum komprehensif yang meliputi:
Fondasi: Pengantar Pelatihan, Kepalangmerahan, dan Ketentuan Umum Pelatihan PMI.
Metodologi: Dasar-Dasar Fasilitasi, Merancang Pelatihan Berbasis Kompetensi, serta Media dan Metode Pembelajaran.
Keterampilan Teknis: Public Speaking, Komunikasi Efektif, Teknik Menghidupkan Suasana Kelas (Ice Breaking), serta Teknik Membuka Kegiatan.
Penjaminan Mutu: Monitoring dan Evaluasi.
Pembina UKM KSR PMI Unit UIN Saizu Purwokerto, Dr. M. Misbah, M.Ag., menyampaikan apresiasi atas terlaksananya kegiatan ini. Beliau menekankan pentingnya multiplikasi ilmu kepada lingkungan sekitar.
”Harapan kami, ilmu yang telah didapat dapat ditularkan kepada masyarakat, terutama kepada rekan-rekan sesama KSR. Peserta harus mampu menjadi pribadi yang lebih bermanfaat bagi sesama, sesuai dengan prinsip sebaik-baiknya manusia adalah yang memberikan manfaat bagi orang lain,” tegasnya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Bidang Sumber Daya Manusia (SDM) PMI Kabupaten Banyumas, Irsyam Prihadi, S.Sos., M.Si., dalam arahannya menekankan bahwa peran fasilitator jauh melampaui kemampuan retorika semata.
”Gelar fasilitator bukan hanya kemampuan berbicara di depan forum atau memimpin diskusi. Lebih dari itu, fasilitator adalah seseorang yang mampu menjadi penggerak, pendengar, penyalur semangat, dan penjaga nilai-nilai kemanusiaan di lingkungan sekitarnya,” ujar Irsyam.
Beliau juga berpesan agar para lulusan ToF ini menjadi teladan dalam gerakan kemanusiaan yang mampu menciptakan ruang belajar inklusif serta menyenangkan guna membangun solidaritas organisasi.
Kegiatan kolaborasi seperti ini akan terus diupayakan sebagai agenda rutin di masa mendatang. PMI Kabupaten Banyumas memandang bahwa kedekatan dan keaktifan relawan, khususnya di unit perguruan tinggi, merupakan pilar utama dalam menjaga keberlanjutan misi kemanusiaan di wilayah Banyumas.
