Masyarakat berolahraga saat CFD di GOR Satria

PURWOKERTO – Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) dalam penggunaan aplikasi Strava mendorong meningkatnya aktivitas olahraga masyarakat di kawasan Car Free Day (CFD) GOR Satria Purwokerto, Minggu (12/4/2026), sekaligus memunculkan kesadaran baru akan pentingnya menjaga kesehatan, termasuk melalui donor darah.

Pantauan sejak pukul 05.30 WIB menunjukkan ratusan warga, khususnya generasi muda, memadati area CFD untuk berlari dan bersepeda sambil merekam aktivitas mereka melalui aplikasi kebugaran. Tren ini tidak hanya dimanfaatkan untuk berbagi capaian olahraga di media sosial, tetapi juga untuk memantau kebugaran tubuh seperti jarak tempuh, durasi, dan perkembangan performa.

Meningkatnya intensitas olahraga tersebut turut memicu kesadaran masyarakat terhadap kesehatan secara lebih menyeluruh. Selain rutin berolahraga, sebagian warga mulai memperhatikan upaya menjaga kondisi tubuh melalui pola hidup sehat, termasuk kebiasaan donor darah secara berkala.

Salah satu pengunjung, Nayang (21), mengaku awalnya menggunakan Strava karena mengikuti tren di media sosial. Namun, kebiasaan tersebut kemudian berkembang menjadi motivasi untuk menjaga kesehatan. “Awalnya cuma ikut-ikutan karena lihat temen-temen banyak yang upload, tapi jadi lebih rutin olahraga karena kalo pake strava kita bisa lihat pencapaian performa kita” ujarnya.

Tenaga kesehatan mengingatkan masyarakat agar tetap bijak dalam mengikuti tren digital tersebut. Aktivitas olahraga yang berlebihan tanpa memperhatikan kondisi tubuh berpotensi menyebabkan kelelahan hingga cedera. Selain itu, masyarakat juga diimbau memastikan kondisi tubuh tetap prima sebelum melakukan donor darah, seperti cukup istirahat dan tidak dalam keadaan lelah. Penggunaan ponsel saat berolahraga juga perlu dibatasi agar tidak mengganggu fokus dan keselamatan, terutama di area publik yang ramai.

Fenomena FOMO Strava dinilai sebagai bentuk adaptasi masyarakat terhadap budaya digital yang berkembang pesat. Dengan pengelolaan yang tepat, tren ini tidak hanya mendorong gaya hidup aktif, tetapi juga memperkuat kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan secara menyeluruh, baik melalui olahraga maupun donor darah.

oleh : Zallinggi Pramestha Wardhana

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *