Banyumas, 16 April 2026 – Krisis stok darah yang sempat terjadi di Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Banyumas pada akhir Maret hingga awal April 2026 kini berhasil teratasi. Ketersediaan darah saat ini telah kembali meningkat dan dinyatakan dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan rumah sakit di Banyumas dan sekitarnya.


Kepala Seksi Pelayanan Donor Darah (P2D) UDD PMI Banyumas, Muhammad Nasir
S.KM, menyampaikan bahwa stok darah per hari ini menunjukkan angka yang cukup stabil. Golongan darah A tersedia sebanyak 343 kantong, golongan B 476 kantong, golongan O 493 kantong, dan AB sebanyak 94 kantong. Kondisi ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan periode sebelumnya yang sempat kritis.


“Krisis stok darah terjadi setelah Lebaran Idul Fitri, karena kebutuhan rumah sakit
meningkat sementara kegiatan donor darah belum berjalan optimal. Namun sekarang stok sudah kembali meningkat,” jelasnya.


Kondisi krisis tersebut dipicu oleh meningkatnya permintaan darah dari rumah sakit pasca-Lebaran. Permintaan stok darah tidak datang dari rumah sakit wilayah Banyumas saja melainkan banyak rumah sakit luar Banyumas yang meminta stok darah ke UDD PMI Kabupaten Banyumas seperti rumah sakit wilayah Purbalingga, Cilacap, Pengandaran dan
Brebes. Kemudian dipicu oleh faktor banyak pasien yang sebelumnya menunda tindakan medis kembali menjalani perawatan, sehingga kebutuhan darah melonjak dari rata-rata 210 kantong per hari menjadi sekitar 235 kantong. Di sisi lain, kegiatan donor darah sempat
terhenti karena masyarakat masih dalam suasana libur Lebaran. Akibatnya, pelayanan sempat mengalami kendala. Beberapa permintaan darah tidak
dapat langsung terpenuhi secara penuh dan harus menunggu proses pengadaan
tambahan.

Meski demikian, UDD PMI Kabupaten Banyumas memastikan seluruh kebutuhan
pasien tetap terpenuhi, walaupun dengan jeda waktu tertentu. Untuk mengatasi kondisi tersebut, UDD PMI Kabupaten Banyumas melakukan berbagai strategi, di antaranya menggelar kegiatan donor darah massal, memperluas kerja sama dengan instansi dan kampus, serta mengintensifkan publikasi melalui media
sosial. Selain itu, program pengingat donor melalui WhatsApp juga kembali diaktifkan
guna meningkatkan partisipasi masyarakat.


“Selama bulan puasa justru stok kita aman karena sudah dipersiapkan sebelumnya.
Kami juga tetap mengadakan kegiatan donor di malam hari setelah tarawih,” tambah Nasir.

Dengan kondisi stok yang kini kembali stabil, PMI Banyumas mengajak masyarakat untuk tetap rutin melakukan donor darah. Menurutnya, kebutuhan darah tidak bisa ditunda karena selalu dibutuhkan setiap hari, terutama untuk pasien yang membutuhkan tindakan medis segera.

Suasana Donor Darah Di UIN Saizu Purwokerto

“Bagi masyarakat yang sudah pernah donor dan sudah waktunya, mari rutin donor darah. Bagi yang belum pernah, silakan mencoba. Donor darah adalah bentuk kepedulian yang sangat berarti untuk menyelamatkan nyawa,” ujarnya.
PMI Banyumas juga berharap adanya dukungan berkelanjutan dari pemerintah daerah dan berbagai pihak untuk menjaga kestabilan stok darah. Kolaborasi dengan instansi dan masyarakat dinilai menjadi kunci dalam mengantisipasi potensi krisis di masa mendatang.


Dengan sinergi yang kuat, PMI optimistis ketersediaan darah dapat terus terjaga demi mendukung pelayanan kesehatan bagi masyarakat Banyumas dan sekitarnya.

Oleh : Zumrotul Khasanah

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *