Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Pekuncen dalam beberapa hari terakhir kembali mengingatkan kita akan tingginya kerentanan bencana hidrometeorologi terutama yang berada di kawasan perdesaan. Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Banyumas merespons kondisi tersebut dengan melakukan kunjungan langsung sekaligus menyalurkan bantuan bencana alam kepada warga terdampak pada Kamis, 8 Januari 2026.
Berdasarkan hasil asesmen lapangan, terdapat tiga kejadian bencana yang berdampak langsung pada permukiman warga. Kejadian pertama berupa tanah longsor yang terjadi di Desa Cibangkong RT 04 RW 08. Material longsoran menutup sebagian area sekitar rumah warga dan mengancam keselamatan penghuni, meskipun tidak menimbulkan korban jiwa.

Kejadian kedua tercatat di Desa Cikawung RT 04 RW 07, di mana dua rumah warga mengalami kerusakan akibat tertimpa pohon tumbang. Pohon yang roboh diduga tidak mampu menahan beban tanah dan air hujan yang terus meningkat, sehingga mengakibatkan kerusakan pada bagian atap dan struktur bangunan.
Sementara itu, di Desa Cikembulan RT 01 RW 02, satu rumah warga dilaporkan roboh. Peristiwa tersebut dipicu oleh intensitas hujan yang tinggi serta kondisi bangunan yang sudah rapuh. Kerusakan rumah ini menjadi gambaran nyata bagaimana faktor lingkungan dan kualitas bangunan saling beririsan dalam meningkatkan risiko bencana.
PMI Kabupaten Banyumas mencatat bahwa tingkat kerusakan akibat rangkaian kejadian tersebut sangat beragam. Taksiran kerugian yang dialami warga berkisar antara Rp3 juta hingga Rp15 juta, bahkan lebih, tergantung tingkat kerusakan bangunan dan aset rumah tangga yang terdampak.
Dalam penanganannya, PMI tidak hanya menyalurkan bantuan logistik, tetapi juga melakukan pendataan dan pemantauan kondisi psikososial warga. Tantangan utama di lapangan adalah akses menuju lokasi bencana yang berada di wilayah desa terpencil dengan kondisi jalan yang terbatas. Meski demikian, hal tersebut tidak menghambat upaya kemanusiaan PMI untuk memastikan bantuan dapat diterima langsung oleh korban.
Respons cepat PMI Kabupaten Banyumas menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan dan kehadiran lembaga kemanusiaan dalam situasi darurat, terutama di wilayah yang memiliki keterbatasan akses. Penanganan bencana tidak hanya soal bantuan material, tetapi juga tentang membangun rasa aman dan kepedulian sosial di tengah masyarakat yang sedang menghadapi kondisi rentan.
Kejadian di Pekuncen ini sekaligus menjadi pengingat perlunya mitigasi bencana berbasis komunitas, penguatan kualitas bangunan rumah warga, serta peningkatan kesadaran terhadap risiko bencana alam yang semakin sering terjadi akibat perubahan iklim dan degradasi lingkungan.
oleh : Zallinggi Pramestha Wardhana
