Banyumas, 26 Juli 2026 – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Banyumas sukses menyelenggarakan Latihan Gabungan dan Penilaian Uji Tanda Kecakapan (TKK) Palang Merah Remaja (PMR) Tahun 2026 yang bertempat di Universitas Wijayakusuma (UNWIKU) Purwokerto, Minggu (26/7). Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja PMI Kabupaten Banyumas yang pelaksanaannya dipercayakan kepada KSR PMI Unit Universitas Wijayakusuma Purwokerto sebagai panitia penyelenggara.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Pengurus PMI Kabupaten Banyumas yang diwakili oleh Dr. Tangguh Budi Prasetyo, S.H., C.PM., para pembina PMR se-Kabupaten Banyumas, tim penguji Uji Tanda Kecakapan PMR, serta para pendamping peserta.
Sebanyak 290 peserta dari 35 sekolah tingkat SMP/MTs dan SMA/SMK/MA se-Kabupaten Banyumas mengikuti rangkaian kegiatan yang meliputi Penilaian Uji Tanda Kecakapan Khusus (TKK) dan Latihan Gabungan PMR. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi anggota PMR, memperkuat jiwa kepemimpinan, menanamkan kedisiplinan, meningkatkan kemampuan kerja sama, serta mempererat tali silaturahmi antarsatuan PMR di Kabupaten Banyumas.

Dalam laporan panitia, Ketua Panitia Bastomi Ayu Yazid menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya menjadi ajang penilaian kemampuan teknis, tetapi juga merupakan proses pembentukan karakter generasi muda yang berjiwa kemanusiaan.
“Kegiatan ini bukan sekadar ajang untuk menguji kemampuan peserta dalam meraih Tanda Kecakapan Khusus, tetapi juga menjadi sarana untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, kedisiplinan, kerja sama, kepemimpinan, serta mempererat tali persaudaraan antaranggota PMR se-Kabupaten Banyumas.”
Ketua Panitia juga berharap seluruh peserta dapat mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan penuh semangat, menjunjung tinggi sportivitas, serta mengamalkan nilai-nilai kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, mewakili PMI Kabupaten Banyumas, Dr. Tangguh Budi Prasetyo, S.H., C.PM. menyampaikan apresiasi kepada KSR PMI Unit Universitas Wijayakusuma Purwokerto atas dedikasi dan kerja keras dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut. Menurutnya, Latihan Gabungan dan Uji Tanda Kecakapan merupakan bagian penting dalam proses pembinaan anggota PMR agar tumbuh menjadi relawan muda yang memiliki kompetensi, karakter, serta semangat kemanusiaan yang kuat.
Dalam sambutannya, beliau menyampaikan:
“Uji Tanda Kecakapan bukanlah semata-mata penilaian untuk memperoleh tanda penghargaan. Lebih dari itu, kegiatan ini adalah proses pembentukan karakter. Di sinilah kalian belajar tentang disiplin, kerja sama, kepemimpinan, kepedulian, serta keberanian untuk menolong sesama tanpa membedakan suku, agama, ras, maupun golongan.”
Beliau juga mengajak seluruh peserta untuk terus belajar dan mengembangkan diri sebagai relawan yang siap mengabdi kepada masyarakat.
“Jangan pernah takut untuk mencoba, jangan menyerah ketika menghadapi tantangan, dan jangan ragu untuk terus belajar. Seorang relawan yang hebat bukanlah mereka yang tidak pernah gagal, melainkan mereka yang selalu bangkit, terus berlatih, dan tetap memiliki hati yang tulus untuk mengabdi kepada sesama.”
Melalui kegiatan ini, PMI Kabupaten Banyumas berharap anggota PMR tidak hanya memiliki keterampilan teknis kepalangmerahan, tetapi juga mampu mengimplementasikan nilai-nilai kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan semangat “Per Humanitatem ad Pacem” yang berarti “Melalui Kemanusiaan Menuju Perdamaian.”
Pelaksanaan Latihan Gabungan dan Penilaian Uji Tanda Kecakapan PMR Tahun 2026 menjadi bukti komitmen PMI Kabupaten Banyumas dalam membina generasi muda yang berkarakter, berjiwa sosial, serta siap menjadi relawan kemanusiaan yang tangguh dan profesional. Kolaborasi antara PMI Kabupaten Banyumas, KSR PMI Unit Universitas Wijayakusuma Purwokerto, para pembina PMR, serta seluruh pemangku kepentingan diharapkan dapat terus berlanjut sebagai upaya memperkuat pembinaan PMR di Kabupaten Banyumas secara berkelanjutan.
