Home

Jumat (14/6/2019) adalah hari donor darah sedunia, PMI Kabupaten Banyumas mengajak segenap masyarakat untuk menjadi relawan donor darah sukarela yang tulus dan ikhlas. Tanpa membedakan ras, suku, agama pendonor menyumbangkan darah bagi mereka yang membutuhkan dan dengan demikian dapat membantu menyelamatkan jiwa manusia.

Selain peduli dengan sesama, banyak manfaat yang diperoleh dari donor darah rutin. Salah satunya dapat menjaga kesehatan jantung karena membantu mengurangi kelebihan kadar zat besi dalam darah. Karena kadar zat besi yang berlebihan dapat menyebabkan peningkatan penyakit kardiovaskular dan oksidasi kolesterol. Produk Oksidasi akan menumpuk pada dinding arteri dan berpotensi terhadap serangan jantung dan stroke. Dengan mendonorkan darah, maka jumlah zat besi dalam darah akan lebih stabil.

Selamat Hari Donor Darah Sedunia. Darah Aman untuk Semua

Di desa Semedo dan Petahunan kerap kali terjadi laporan jatuhnya para penderes dari pohon kelapa dikarenakan sebagian besar warga desa Semedo dan Petahunan bermata pencaharian sebagai penderes atau penyadap nira kelapa. Selain itu juga minimnya perlengkapan dan pengetahuan tentang safety first dalam keselamatan kerja. “Dulu dari pihak Kabupaten pernah memberikan penyuluhan mengenai safety dan alat berupa sabuk pengaman, namun masyarakat menganggap itu menyulitkan dan pohon kelapa itu tidak sama dengan tiang listrik,” ujar Kamali Ahadi selaku Ketua PMI Kecamatan Pekuncen.

Selasa 11 Juni 2019, PMI Kabupaten Banyumas melakukan kunjungan kepada penderes yang terkena musibah jatuh dari pohon saat bekerja di desa Semedo dan Petahunan, Kecamatan Pekuncen. Di bantu oleh ketua PMI Kecamatan Pekuncen dan Bintara Pembina Desa (BABINSA), dalam kunjungan tersebut PMI Kabupaten Banyumas juga memberikan bantuan berupa sembako.

Untuk korban yang berada di desa Semedo hanya mengalami luka ringan dan dirawat dirumah pasca jatuh dari pohon kelapa, namun korban dari desa Petahunan mengalami luka berat hingga masuk rumah sakit. “Saya pikir kegiatan yang dilakukan PMI sangat membantu keluarga dari korban penderes, karena dalam beberapa pekan bahkan bulan aktifas dari penderes selaku tulang punggung keluarga akan terganggu. Maka bantuan yang diberikan PMI saya rasa membantu mencukupi kebutuhan keluarga pada saat itu.” tambahnya.

Relawan PMI Kabupaten Banyumas mengadakan acara buka bersama pada Kamis (23/5/2019) di Aula Posko PMI Jl. Kalibener, Purwokerto yang dihadiri  beberapa pengurus PMI dan staf markas PMI Kabupaten Banyumas.

Fatih Nurijeki selaku ketua relawan menjelaskan “Disini kami tidak hanya sekadar berbuka puasa saja, namun ada beberapa pembahasan yang perlu dibicarakan.”

Dalam acara ini juga terdapat arahan dan penyuluhan mengenai Pos Pertolongan Pertama 7 Ambulan dalam rangka arus mudik lebaran yang di bawakan oleh bapak Sentot Sugiarto selaku penanggung jawab kegiatan guna memberikan pembekalan kepada rekan – rekan relawan PMI Kabupaten Banyumas sebelum melaksanakan tugasnya di Pos PP & Ambulans.

Selain itu juga acara ini dihadiri oleh Ketua PMI Kabupaten Banyumas yang membahas kegiatan Jumbara XXVI yang akan diadakan pada Agustus depan di desa Pekuncen.

Relawan PMI Banyumas gelar bagi – bagi takjil se Kabupaten Banyumas

Kamis (30/05/2019), gabungan relawan PMI Kabupaten Banyumas mengadakan kegiatan bagi – bagi takjil di 15 titik di Kabupaten Banyumas antara lain adalah alun – alun Purwokerto, stasiun Purwokerto, alun – alun Banyumas, lingkar Sumpiuh, taman kota Sumpiuh, pasar Ajibarang, dan masih banyak lagi. Acara tersebut tergabung dari beberapa anggota KSR, Wira, dan Forpis se – Banyumas.

Dalam persiapannya para relawan sudah berkumpul sejak pukul 1 siang di Posko PMI Banyumas guna mempersiapkan hidangan takjil yang akan dibagikan. Dalam aksinya para anggota menggunakan pakaian yang berlogo palang merah untuk menunjukan identitas tentunya.

Masyarakat sekitar menanggapi positif kegiatan ini. “Tentunya kegiatan ini sangat baik, setahu saya PMI hanya sekedar donor darah”, ujar Ferdi salah satu warga sekitar alun – alun Banyumas yang menyaksikan kegiatan tersebut.

Rapat Koordinasi antisipasi dampak musim kemarau Provinsi Jawa Tengah 2019 yang dihadiri oleh staf PMI Kabupaten/Kota diselenggarakan pada Kamis (23/5/19) dan Jumat (24/5/19) di Hotel Lor In Syariah Surakarta.

Acara tersebut di pimpin oleh Drs. Sudaryanto, M.Si selaku kepala pelaksana harian Badan Penanggungan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah mengatakan, “acara ini bertujuan untuk pembekalan kepada setiap staf PMI se Jawa Tengah guna menghadapi musim kemarau dan berbagai permasalahannya.” ujarnya.