Home
×

Pemberitahuan

There is no category chosen or category doesn't contain any items

AJIBARANG, Hari Kesiapsiagan diperingati di seluruh Indonesia pada Kamis (26/04). Untuk wilayah Kabupaten Banyumas sendiri dibagi menjadi empat zona. Zona 1  tepusat di desa Watu Agung Kecamatan Tambak, Zona 2 terpusat di Lokawisata Baturraden Kecamatan Baturaden,  Zona 3 terpusat di SMA N Ajibarang Kecamatan Ajibarang, dan Zona 4 terpusat di RITA Supermall Kecamatan Purwokerto Timur.

PMI Banyumas diberi kepercayaan menjadi koordinator Zona 3 dengan tema kesiapsiagaan bencana di sekolah. Zona 3 diikuti oleh beberapa unsur gabungan diantaranya kecamatan yang berada di zona tiga, Polsek dan Koramil Ajibarang, kemudian PUSKESMAS, BPBD, PMI, RAPI, SENKOM, Dinas Pemadam Kebakaran Wangon dan organisasi kebencanaan lainnya.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesedaran masyarakat dalam keadaan darurat terhadap bencana, selain itu juga melatih skill dan pengetahuan masyarakat apabila ada bencana diharapkan mereka mampu menyelamatkan dirinya sendiri. "90% faktor keselamatan saat terjadi bencan ada di diri sendiri selebihnya adalah bantuan dari pihak luar seperti PMI, BPBD, SAR dan unsur lainya" ungkap Catur Hari Susila Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Banyumas saat persiapan simulasi.

Sebelum dilaksanakan simulasi terlebih dahulu dilaksanakan pembekalan kepada siswa, guru dan seluruh warga masyarakat sekolah di lingkungan SMA N Ajibarang yang diberikan oeleh relawan-relawan PMI. “Kita sudah memberikan pendampingan kepada siswa, guru dan warga sekolah, alhamdulilah tidak ada kesulitan pada proses ini karena budaya siaga bencana di SMA N Ajibarang sudah terbentuk dengan dibuktikan tahun 2016 lalu SMA N Ajibarang mendapat juara 1 pada lomba PMR teladan tingkat Jawa Tengah dan salah satu parameter penilainya adalah Sekolah sudah menjadikan Sekolah Siaga Bencana. Pungkas Megianto  Kepala Markas PMI Banyumas sekaligus Ketua Zona 3.

Kegiatan simulasi dimulai saat sirine tanda bahaya di bunyikan oleh pihak sekolah, seluruh warga sekolah berlindung dibawah kolong meja dan menutup kepala mereka menggunakan Tas. Setelah gempa reda seluruh warga sekolah berhamburan menuju lapangan terbuka mengikuti jalur evakuasi yang sudah dibuat dan disepakati bersama. Dalam simulasi ini diceritakan sebuah bangunan roboh dan terjadi kebakaran di gedung kesenian yang mengakibatkan 8 orang luka-luka. Para korban dilarikan ke puskesmas terdekat menggunakan ambulace PMI dan Puskesmas.