Kategori: Profil

 

PMI Kabupaten Banyumas Serahkan Bantuan Korban Kebakaran di Purwokerto Kidul

Penyerahan bantuan oleh Ketua PMI Kecamatan Purwokerto Selatan

PMI Kabupaten Banyumas bertindak cepat melakukan kegiatan kemanusiaan untuk membantu korban kebakaran rumah di Komplek Pancurawis Kelurahan Purwokerto Kidul Kecamatan Purwokerto Selatan, Sabtu (25/07/2020). Ketua PMI Kabupaten Banyumas Dibyo Yuwono, setelah mendapat laporan melalui WA Grup PMI, segera mengintruksikan kepada Kepala Markas segera menyerahkan bantuan kepada lima kepala keluarga yang rumahnya dilalap jago merah Sabtu dini hari. Lima rumah tersebut adalah milik Suratman (40), Taryono (63), Suwarno (50), Rumini (70), dan Sayuti (70).

“Jadi kita berikan bantuan untuk memastikan kebutuhan sehari-sehari para korban. Berupa bahan makanan seperti beras, mie instan, sarden, kecap, minyak, gula pasir, susu, kopi dan teh untuk masing-masing kepala keluarga,” kata Dibyo.

Ketua PMI Kecamatan Purwokerto Selatan, Windu mengatakan, peristiwa kebakaran diketahui sekitar pukul 03.30 WIB peristiwa awalnya diketahui Jumirah (29) anak Taryono yang melihat rumah Rumini sudah terbakar.

“Saat itu Jumirah mendengar suara seperti benda terbakar di luar rumahnya. Mendengar itu ia keluar rumah dan mengecek ternyata rumah tetangganya Rumini sudah terbakar,” kata Windu.

Melihat hal itu, Jumirah membangunkan ayahnya Taryono, langsung mengecek dan ternyata benar terjadi kebakaran. Taryono berteriak meminta pertolongan warga sekitar. Warga yang mendengar teriakan kebakaran segera melakukan pertolongan memadamkan api dengan alat seadanya.

Namun usaha warga mengalami kesulitan. Rumah yang berada di wilayah tersebut sebagian terbuat dari kayu membuat api semakin cepat merambat. Tak butuh waktu lama, api merambat dan membakar lima rumah.

“Api baru bisa dijinakkan saat empat armada pemadam kebakaran berjibaku memadamkan api sekitar pukul 05.00 pagi. Namun lima bangunan rumah ludes terbakar,” tambahnya.

#pmibanyumas

Tujuan Stategis PMI adalah :

Tujuan Stategis PMI adalah: 

  1. Mewujudkan PMI yang berfungsi baik di berbagai tingkatan, baik dalam pelaksanaan kebijakan, peraturan organisasi, sistim dan prosedur yang ditetapkan.
  2. Meningkatkan kapasitas sumber daya organisasi PMI di berbagai tingkatan, baik sumber daya manusia dan sarana prasarana yang diperlukan dalam operasi penanganan bencana di seluruh wilayah Indonesia.
  3. Meningkatkan ketahanan masyarakat untuk mengurangi risiko dan dampak bencana serta penyakit.
  4. Meningkatkan pelayanan darah yang memadai, aman dan berkualitas di seluruh Indonesia.
  5. Memperkuat hubungan kerja sama dengan pemerintah pusat dan daerah dalam rangka menjalankan mandat dan fungsi PMI di bidang kemanusiaan.
  6. Meningkatkan kemitraan yang berkesinambungan dengan sektor publik, swasta, mitra gerakan, lembaga donor dan pemangku kepentingan lainnya di semua tingkatan dalam melayanai masyarakat.
  7. Meningkatkan akuntabilitas PMI sebagai organisasi kemanusiaan di tingkat Nasional maupun Internasional.
  8. Meningkatkan pemahaman seluruh elemen masyarakat tentang nilai-nilai kemanusiaan, prinsip-prinsip dasar Gerakan Internasional Palang Merah / Bulan Sabit Merah serta Hukum Perikemanusiaan Internasional melalui upaya komunikasi, edukasi dan diseminasi.

Visi dan Misi PMI

Visi

PMI yang berkarakter, profesional, mandiri dan dicintai masyarakat

Misi

  1. Menjadi organisasi kemanusiaan terdepan yang memberikan layanan berkualitas melalui kerja sama dengan masyarakat dan mitra sesuai dengan prinsip-prinsip dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah.
  2. Meningkatkan kemandirian organisasi PMI melalui kemitraan strategis yang berkesinambungan dengan pemerintah, swasta, mitra gerakan dan pemangku kepentingan lainnya di semua tingkatan.
  3. Meningkatkan reputasi organisasi PMI di tingkat Nasional dan Internasional.

PALANG MERAH INDONESIA KABUPATEN BANYUMAS

Palang Merah Indonesia (PMI ) Kabupaten Banyumas mulai aktif sejak tahun 1950, karena sejak itu PMI Pusat memerintahkan agar didaerah-daerah didirikan PMI. Pada waktu itu wilayah kerja PMI cabang Banyumas meliputi seluruh Eks –karesidenan Banyumas meliputi kabupaten Banyumas, Purbalingga, Cilacap, Banjarnegara dan baru pecah dalam tiap-tiap kabupaten sekitar tahun 1960.
       Kantor PMI Kabupaten Banyumas pertama kali di Sokaraja selama 3 (tiga) bulan kemudian pindah ke salahsatu ruangan di RSU di Purwokerto dan setelah 6 (enam) bulan pindah dengan menyewa di jalan Merdeka No.18 ( depan kantor PT. Telkom) hingga tahun 1982. Kemudian menempati gedung milik sendiri di Jl.Adyaksa No. 8 Purwokerto. Dengan perkembangan teknologi dan standar mutu pelayanan sehingga memerlukan gedung yang lebih besar pada 5 Oktober 2009 untuk Unit Transfusi Darah Cabang (UTDC) PMI Kabupaten Banyumas menempati Gedung Baru di Jl. Pekaja No. 37 Sokaraja Tengah.

Sejarah Lahirnya Palang Merah Indonesia

  • 21 Oktober 1873

Pemerintah kolonial Belanda mendirikan organisasi Palang Merah di Indonesia dengan nama Het Nederland-Indiche Rode Kruis (NIRK) yang kemudian namannya menjadi Nederlands Rode Kruiz Afdelinbg Indie (NERKAI).

  • 1932 dan 1940

Pada 1932 timbul semangat untuk mendirikan Palang Merah Indonesia (PMI) yang dipelopori oleh dr. RCL. Senduk dan Bahder Djohan. Kemudian, proposal pendirian diajukan pada kongres NERKAI (1940), namun ditolak. Pada saat penjajahan Jepang, proposal itu kembali diajukan, namun tetap ditolak.

  • 3 September 1945

Pada 3 September 1945 Presiden Soekarno memerintahkan kepada Menteri Kesehatan dr. Buntaran Martoatmodjo untuk membentuk suatu Badan Palang Merah Nasional untuk menunjukan kepada dunia internasional bahwa keberadaan Negara Indonesia adalah suatu fakta nyata setelah proklamasi kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.

  • 5 September 1945

Pada 5 September 1945, dr. buntaran membentuk Panitia Lima yang terdiri dari dr. R. Mochtar, dr. Bahder Johan, dr. Joehana, Dr. Marjuki dan dr. Sitanala, untuk mempersiapkan pembentukan Palang merah di Indonesia.

  • 17 September 1945

Tepat pada tanggal 17 September 1945 terbentuklah Pengurus Besar Palang Merah Indonesia (PMI) dengan ketua pertama, Drs. Mohammad Hatta.

  • 16 Januari 1950

Di dalam satu negara hanya ada satu perhimpunan nasional, maka Pemerintah Belanda membubarkan NERKAI dan menyerahkan asetnya kepada PMI. Pihak NERKAI diwakili oleh dr. B. Van Trich sedangkan dari PMI diwakili oleh dr. Bahder Djohan. 

  • 1950 dan 1963

PMI terus melakukan pemberian bantuan hingga akhirnya Pemerintah Republik Indonesia Serikat mengeluarkan Keppres No. 25 tanggal 16 Januari 1950 dan dikuatkan engan Keppres No. 246 tanggal 29 November 1963. Pemerintah Indonesia mengakui keberadaan PMI.

Adapun tugas utama PMI berdasarkan Keppres RIS No. 25 tahun 1950 dan Keppres RI No. 246 tahun 1963 adalah untuk memberikan bantuan pertama pada korban bencana alam dan korban perang sesuai dengan isi Konvensi Jenewa 1949.

  • 1950

Secara Internasional, keberadaan PMI diakui oleh Komite Palang Merah Internasional (ICRC) pada 15 Juni 1950. Setelah itu, PMI diterima menjadi anggota Perhimpunan Nasional ke-68 oleh Liga Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (Liga) yang sekarang disebut Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) pada Oktober 1950.

  • Saat ini

Saat ini, PMI telah berdiri di 33 Provinsi, 371 Kabupaten/Kota dan 2.654 Kecamatan (data per-Maret 2010). PMI mempunyai hampir 1,5 juta sukarelawan yang siap melakukan pelayanan.