Siap Mengamankan Arus Mudik Lebaran 2022, PMI Kabupaten Banyumas Lakukan Review Materi Pertolongan Pertama Untuk Relawan

Purwokerto, Untuk meningkatkan kapasitas serta mengingat kembali materi yang pernah tersampaikan kepada relawan, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Banyumas adakan review materi pertolongan pertama untuk para relawan. Minggu (17/04)

Kegiatan yang dilaksanakan secara luring di aula klinik utama PMI Kabupaten Banyumas diikuti sekitar 100 orang relawan yang terdiri dari Tenaga Sukarela (TSR), Korps Sukarela (KSR), Siaga Bencana Berbasis Masyarakat ( SIBAT), dan Forum Remaja Palang Merah Indonesia (FORPIS) diisi dengan berbagai pendalaman serta pengulangan materi untuk meningkatkan kapasitas peserta, dari beberapa materi dalam kegiatan ini, PMI menekankan pada materi pertolongan pertama serta penggunaan ambulan yang nantinya akan dipersiapkan saat penjagaan pos kesehatan arus mudik 2022 di wilayah Kabupaten Banyumas.

Wakil Ketua PMI Kabupaten Banyumas, dr. Tangguh Budi Prasetyo berharap dengan diselenggarakan acara ini PMI menjadi semakin siap siaga dalam menghadapi arus mudik mendatang.

“Selamat belajar untuk seluruh relawan PMI yang pada kesempatan hari ini berkenan hadir dalam acara hari ini, saya harap dengan dilaksanakannya acara semacam ini untuk kedepannya PMI Kabupaten Banyumas semakin siap serta siaga menghadapi segala kemungkinan yang ada dilapangan saat penugasan nanti. Sekali lagi semangat, untuk memperdalam ilmu pengetahuan dan jangan jadikan ibadah puasa kita ini menjadi halangan.”

Hasil dari kegiatan ini nantinya PMI Kabupaten Banyumas berencana mendirikan pos kesehatan arus mudik 2022 di 3 titik lokasi diantaranya di Kecamatan Wangon, Kecamatan Kebasen, dan Kecamatan Kemranjen.

Rencananya pos kesehatan akan mulai beroprasi mulai H-7 lebaran hingga H+7 lebaran di 3 titik yang telah disepakati, ungkap Sentot Sugiarto, Kepala Seksi Pelayanan dan Relawan PMI Kabupaten Banyumas usai mengisi materi dalam kegiatan tersebut.

Mungkin tidak semua yang terlibat disini akan menjadi petugas pos kesehatan, namun diharapkan seluruh peserta di kegiatan ini dapat lebih mendalami materi agar kelak kalau terjadi hal yang tidak diinginkan dan membutuhkan ilmu itu mereka sudah siap, pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *