Kacamata Gratis masih menjadi program unggulan PMI Banyumas

Purwokerto, Program pemberian kacamata gratis merupakan program rutin Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Banyumas sejak tahun 2019. Di tahun 2022 ini PMI Kabupaten Banyumas menarjetkan 200 kacamata terlalurkan untuk siswa/siswi Sekolah Dasar/Sederajat, hingga awal bulan maret ini sudah sebanyak 135 kacamata tersalurkan.

Tarjet 200 kacamata di tahun 2022 ini dikatakan oleh Riyadi Selamet, Pengurus PMI Kabupaten Banyumas, hanyalah angka yang tidak menutup kemungkinan akan diberikan lebih dari tarjet tersebut apabila memang masih banyak siswa/siswi SD/Sederajat yang membutuhkan alat bantu baca berupa kacamata.

“Pada tahun ini PMI menarjetkan sebanyak 200 kacamata untuk siswa SD/sederajat, tapi bila merujuk pada tahun sebelumnya tarjet itu hanyalah angka patokan kami untuk menentukan kisaran jumlah yang akan dikeluarkan namun pada kenyataanya seberapapun jumlahnya kalau memang masih ada siswa/siswi yang membutuhkan kacamata kita akan berusaha membantunya bahkan tidak menutup kemungkinan program ini juga ajan terus berlanjut sampai 2026.” Ungkap Riyadi Selamet pada saat penyerahan katamata di MI Al Falah Karangtengah, Kembaran (11/03).

Program bantuan kacamata gratis tetap dipertahankan oleh PMI Kabupaten Banyumas dinilai karena masih banyak anak-anak yang mengalami gangguan penglihatan dan kesusahan mengikuti pembelajaran karena pandangan yang mulai buram. Untuk itu program kacamata dinilai masih pantas dan terus dipertahankan oleh PMI kabupaten Banyumas. Hai ini juga selaras dengan penjelasan Ariono, Kepala Markas PMI Kabupaten Banyumas mengenai tujuan program pemberian kacamata gratis ini.

“Awal mula program kacamata ini diberikan memang menarjetkan untuk anak usia siswa/siswi Sekolah Dasar/Sederajat, bercermin dari perubahan zaman dimana diera saat ini anak-anak sudah lebih mahir bermain gadget dari pada si orangtua, kemudian juga saat ini juga proses pembelajaran lebih banyak memanfaatkan gadget, dimana kita tau kalau efek terlalu lama mata memandang layar gadget akan menyebabkan mata lelah. Dari hal ini PMI berfikir akan menimbulkan efek negatif pada beberapa anak yang tidak bisa dikontrol penggunaan gadgetnya berupa gangguan penglihaan atau mata menjadi minus yang menyebabkan proses pembelajaran juga ajan menjadi terganggu bagi si siswa/siswi tersebut. Harapannya dengan kami berikan kacamata akan dapat membantu meningkatkan semangat belajar dan proses pembelajaran bagi siswa/siswi tersebut.”

Tarjet siswa/siswi Sekolah Dasar/Sederajat bukan tanpa alasan, PMI Kabupaten Banyumas menarjetkan mereka karena kami nilai di usia mereka banyak yang belum merasa bahwa mereka membutuhkan kacamata yang sebenarnya kalau diperiksa itu membutuhkan, selain itu PMI juga berharap dapat melakukan pencegahan lebih dini sebelum mereka terlambat menyadari kalau mata mereka sebenarnya sudah minus, pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.